Deepbox
Deepbox

Kamis, 19 Februari 2009

INDEKS POTENSI LAHAN

Laporan Praktikum SIG 2

Judul : Indek Potensi Lahan
Tujuan : Mengetahui Indek Potensi Lahan di wilayah Kabupaten Kudus
Alat dan bahan : 1. Data BAPEDA Kabupaten Kudus Berupa:
a. Peta Lereng
b. Peta Litologi
c. Peta Jenis Tanah
d. Peta Geo Hidrologi
e. Peta kemampuan Lahan
2. Softwere Arcview GIS
3. Alat scan
Cara Kerja :
1. Buat direktori di komputer
2. Scan Peta dan masukkan ke direktori yang di buat tadi
3. Buka peta tersebut melalui Arcview GIS
4. Masukkan Koordinat masing – masing titik ikat
5. Digitasi peta, agar sama saat di overlay maka theme yang selalu ada pada setiap peta yang akan kita buat seperti : batas luar, batas kecamatan, dll di copy dan di paste pada masing – masing peta

6. Memberi keterangan pada table
7. Setelah Peta jadi, selanjutnya kita lakukan skorsing atau pengharkatan pada setiap variable fisik
8. Lakukan pada semua peta
9. Overlay ( gabungkan) semua peta sehingga di peoleh satu peta dengan cara klick View geoprocesing wizard next pada no.1 dan 2 pilih peta yang akan di overlay no.3 direktori yang sudah di buat tadi, lalu Finish
10. Calculate, yaitu menjumlahkan skor dari masing – masing peta pada setiap variable
11. Masukkan ke rumus IPL
12. Klasifikasikan sesuai jumlah nilai IPLnya

Pembahasan :
Data atau sumber data Indek Potensi Lahan di peroleh dari :
1. Data Lereng, yang di peroleh dari peta topografi daerah setempat
2. Data Litologi atau Jenis Batuan, di peroleh dari data geologi daerah setempat
3. Data Tanah, di peroleh dari Peta Jenis Tanah
4. Data Hidrologi, di peroleh dari Peta Geo Hidrologi
5. Data Rawan Bencana, di peroleh dari Peta Kemampuan lahan setempat


Evaluasi Indek Potensi Lahan (IPL)
Teknis yang di gunakan adalah Pengharkatan (skorsing) pada setiap variable fisik


Lereng

Kelas Kemiringan Harkat
I 0% - 2% 4
II 2% - 15% 3
III 15% - 40% 2
IV > 40% 1

Jenis Batuan

Kode Jenis Batuan Harkat
Lb Batuan Beku Masif 5
Lp Bahan Piroklastik 8
Lk Sedimen Klastik berbutir kasar 5
Lh Sedimen Klastis berbutir halus 2
Lg Sedimen gamping & Metamorf 3
Li Batu Gamping 5
La Aluvium / Coluvium 10

Jenis Tanah

Kode Jenis Tanah Harkat
S1 Aluvium, latosol,mediteran, podsol, grumusol 4
S2 Audosol, Podsol 3
S3 Rensina, Planosol 2
S4 Gley humus, hidromorf, regosol, litosol 1



Hidrologi ( Potensi air dan Kemungkinan Irigasi )

Air Permukaan Harkat Air Tanah Harkat
P1 Potensi & Kemungkinan Irigasi besar 4 A1 Produktifitas Tinggi, penyebaran luas 4
P2 Potensi sedang, kemunginan irigasi lokal 3 A2 Produktivitas sedang - tinggi setempat (lokal) 3
P3 Potensi kecil / lokal 2 A3 Produktivitas kecil - sedang setempat 2
P4 Langka air permukaan 0 A4 Air tanah langka 0


Kerawanan Bencana / Faktor Pembatas

Banjir Erosi Gerak Masa Berbatu - batu Harkat
B1 Sering Tegenang E1 Berat G1 Berat R1 Banyak 0.6
B2 Kadang Tergenang E2 Sedang G2 sedang R2 Sedang 0.7
B3 Jarang Tergenang E3 Ringan G3 Ringan R3 Sedikit 0.8
B4 Tanpa E4 Tanpa G4 Tanpa R4 Tanpa 1.0


Potensi Fisik di nyatakan dengan nilai angka yang di sebut Indek potensi lahan (IPL) Besarnya IPL di tentukan oleh pengharkatan 5 faktor dengan perhitungan mengikuti formula rasional berikut :

IPL = (R+L+T+H) B
Keterangan :
IPL = Indek potensi lahan
R = Harkat faktor lereng
L = Harkat faktor litologi
T = Harkat faktor tanah
H = Harkat faktor hidrologi
B = Harkat rawan bencana atau pembatas

IPL menyatakan potensi relatif lahan untuk kegunaan umum. Semakin tinggi IPLberarti semakin baik potensinya. Selanjutnya berdasarkan besarnya nilai IPL, potensi lahan dapat digolongkan relatif menjadi 5 kelas yaitu :

No Kelas Lahan Nilai IPL
1 Sangat Tinggi 32 - 40
2 Tinggi 24 - 31.9
3 Sedang 16 - 23.9
4 Rendah 8 - 15.9
5 Sangat Rendah 0 - 7.9

(BAKOSURTANAL, dalam Prapto Suharsono, 1994:2004)



Hasil :
Dalam praktek ini kami menggunakan data Kabupaten Kudus yang berupa : peta lereng + peta geologi + peta jenis tanah + peta Geo hidrologi + peta rawan bencana (terlampir). Dari pembahasan diatas diperoleh peta Kelas Lahan Kabupaten Kudus yang merupakan gabungan dari Kelima data peta Kabupaten Kudus tersebut dan sudah melaui tahap pengharkatan, calculate dan penggolongan kelas lahan. Adapun peta hasil daripada gabungan tersebut adalah sebagai berikut

6 komentar:

  1. makanya belajar.. baca dulu.... hahaha...

    BalasHapus
  2. kak ad gambar petanya yang elbih besar gg
    minta donk lagi butuh nihh :D

    BalasHapus
  3. Insya Allah Blog mulai aktif kembali... bisa saling berbagi bersama....

    BalasHapus
  4. It data lereng, hidrologi dll mnta dimana gan. . Kantor bapeda sama BMKG KH. .

    BalasHapus